Selamat datang, Login   Daftar Anggota Panduan   Tentang Kami   Standar Penulisan
                    
 
HINDARI PENIPUAN. BACA TIPS BERIKUT SEBELUM BERTRANSAKSI  
   2014-08-01 04:38:32 Kontak admin: agromaretweb[at]gmail[dot]com   
Jual/ Beli Komoditi
Semua Kategori
Sektor Pertanian
Sektor Peternakan
Sektor Perikanan
Lainnya
beranda harga komoditi jaringan supplier saung agromaret
   
Mengkaji Ekosistem Perairan Darat
BERAWAL dari pemikiran para ahli dan peminat limnologi di Indonesia yang disponsori LBN (Kini Pusat Penelitian Biologi), mengenai perlunya lembaga khusus untuk menangani masalah-masalah Limnologi di Indonesia, maka Pusat Penelitian Limnologi-LIPI berdiri pada tanggal 13 Januari 1986 dengan nama Pusat Penelitian dan Pengembangan Limnologi LIPI. Lembaga tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 1 Tahun 1986 tentang Organisasi LIPI, dan bertempat di Jalan Ir. H. Juanda No. 3, Bogor. Pada tanggal 25 Maret 1996 Pusat Penelitian dan Pengembangan Limnologi-LIPI pindah ke Kompleks LIPI di Cibinong. Pada reorganisasi LIPI tahun 2001, Pusat Penelitian dan Pengembangan Limnologi-LIPI berubah menjadi Pusat Peneli-tian Limnologi-LIPI.

Pusat Penelitian Limnologi sejak berdiri hingga saat ini telah mengalami empat kali pergantian Kepala. Adapun para Kepala Pusat yang pernah memimpin Pusat Penelitian Limnologi tersebut adalah

1. Dr. Anugerah Nontji (1986 1994)
2. Ir. Peter Hehanussa, M. Sc. (1994 1999)
3. Dr. Ir. Herry Harjono (1999 2001)
4. Dr. Ir. Gadis Sri Haryani (2001 sampai sekarang)

Puslit Limnologi membawahkan Bidang Dinamika Perairan Darat, Bidang Produktivitas Perairan Darat, Bidang Sistem Komputasi Perairan Darat, dan Bagian Tata Usaha.

Visi Puslit Limnologi LIPI adalah menjadi referensi nasional dalam bidang limnologi. Sedangkan misinya adalah : mengembangkan limnologi sebagai ilmu pengetahuan serta mendayagunakan pemanfaatannya bagi kepentingan kehidupan melalui program litbang limnologi, pembinaan jaringan dan kerjasama litbang dalam dan luar negeri, pembinaan perkembangan keilmuan serta pemasyarakatan pelayanan jasa dan informasi

LIMNOLOGI adalah ilmu yang mempelajari tentang komponen-komponen pada ekosistem perairan darat, yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik serta proses interaksi.

Bidang-bidang yang dimiliki Puslit Limnologi LIPI adalah Bidang Dinamika Perairan Darat yang bertugas melaksanakan penelitian dalam bidang proses interaksi fisika, kimia, dan biologi mengenai siklus hara, struktur perairan, kualitas air, serta mengembangkan rumusan ilmiah (model) dinamika unsur hara dan bahan pencemar di perairan darat.

Fungsi Bidang Dinamika Perairan Darat adalah penyelenggaraan persiapan dan pelaksanaan penelitian sumber daya perairan darat yang meliputi identifikasi dan evaluasi proses interaksi antarkomponen biologi, fisika, dan kimia perairan darat. Pengkajian dan perumusan interaksi antarkomponen biologi, fisika, dan kimia perairan darat. Pengkajian dampak perubahan lingkungan (iklim, aktivitas manusia) terhadap perairan darat.

Kemudian Bidang Produktivitas Perairan Darat dengan tugas menyiapkan dan melaksanakan penelitian di bidang produktivitas sumber daya perairan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Fungsi bidang ini adalah penyelenggaraan inventarisasi dan evaluasi sumber daya perairan darat, penyelenggaraan pengkajian produktivitas sumber daya perairan darat, dan penyelenggaraan pelestarian sumber daya perairan darat.

Bidang Sistem Komputasi Perairan Darat bertugas melaksanakan kajian yang holistik berdasarkan data dan informasi limnologi untuk dijadikan dasar kebijaksanaan bidang perairan darat ataupun menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan sektor terkait lainnya.

Fungsi Bidang Sistem Komputasi Perairan Darat adalah pengkajian data dan informasi serta data dan informasi terkait lainnya maupun kecenderungan-kecenderungan baru yang dapat memperkuat pengembangan keilmuan dan pemanfaatannya, mengembangkan teknik-teknik komputasi limnologi dan model-model alternatif limnologi, peningkatan nilai tambah data dan informasi limnologi yang mudah diakses para pengguna, mengembangkan sistem informasi limnologi untuk mendukung penelitian dan pengembangan di bidang perairan darat serta pemanfaatannya.

**

SECARA garis besar, program Litbang di Puslit Limnologi-LIPI terdiri atas:

1. Program inventarisasi dan evaluasi perairan darat.

- Identifikasi Proses Transfer Materi dan Energi antara Ekosistem Sungai, Terestrial, dan Pesisir Koordinator: Yustiawati, M. Sc.

Kajian Ekohidrologi DAS Cimanuk dan Persiapan Pendirian Pusat Ekohydrologi Regional Asia Pasifik Koordinator: Hendro Wibowo, S.Si

- Pengembangan Situ Cibuntu sebagai Laboratorium Alam Koordinator: Dra. Senny Sunanisari, M.S.

2. Program pengembangan teknologi perlindungan lingkungan perairan darat.

- Kajian Status Kesehatan, Bioavailabi-litas, Toksisitas, dan Bioakumulasi Logam Berat pada Sedimen DAS Cisadane Koordinator: Yoyok Sudarso, S. Si.

- Kajian Karakteristik Limnologi untuk Pengelolaan Sumber Daya Perairan Danau Di atas, Danau Di bawah, dan Danau Singkarak Koordinator: Tri Suryono, S. T.

- Teknologi Penyediaan Air Bersih Koordinator: Dr. Ign. Dwi Atmana Sutapa.

- Kajian Suksesi dan Distribusi Mikroba Dekomposer serta Agen Bioremediasi Senyawa Toksik pada Perairan Koordinator: Drs. Tri Widiyanto, M.S.

3. Program pengembangan teknologi peningkatan produktivitas perairan darat.

- Rekayasa Habitat Pengembangan Ikan Hias Asli Indonesia Koordinator: Dra. Djamhuriyah S. Said, M.S.

- Litbang Peningkatan Produktivitas Kultur Plankton Pakan Alami Koordinator: Drs. Tjandra Chrismadha, M.Sc.

- Litbang Peningkatan Produktivitas Udang Galah Koordinator Dr. Fauzan Ali

4. Program pengembangan sistem komputasi perairan darat.

- Pengembangan Sistem Informasi Sumber Daya Perairan Darat Sungai Waduk di DAS Citanduy Koordinator: Apip, S.Si.

Program terpadu LIPI antara lain: Klasifikasi Bioavailabilitas Logam Berat pada Sedimen Menggunakan Pendekatan Konsep Triad : Studi Kasus pada Waduk Saguling Jawa Barat.

+ Klasifikasi Toksisitas Sedimen pada Waduk Cirata dan Jatiluhur dengan Menggunakan Pendekatan Konsep Triad.

+ Konservasi dan Restorasi Habitat Pesut Air Tawar Sungai Mahakam.

Pengembangan Sistem Konservasi Keanekaragaman Biota muara untuk pemanfaatan secara Lestari s.d. Pesisir dan Laut.

+ Kajian Dinamika Sedimen dan Dampaknya terhadap Integritas Ekologis pada Daerah Mangrove dan Pesisir Kaltim.

+ Kajian Pola Penggunaan Lahan untuk Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung.

+ Peningkatan Produktivitas Tambak melalui Penataan Kualitas Lingkungan untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir.

+ Pengelolaan Sumber Daya Perairan DAS Cisadane.

+ Pengelolaan Ekosistem dan Produktivitas DAS Citarum.

+ Evaluasi Kondisi Situ-situ di Jabotabek.

+ Studi Pendahuluan Pengolahan Limbah Sungai Brantas dengan Constructed Wetland.

+ Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Danau Maninjau : Usaha Alternatif melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Ikan.

+ Lahan Basah Buatan untuk Memperbaiki Kualitas Air Sungai Citarum.

+ Penyusunan Katalog Sungai dalam Rangka Program IHP-UNESCO.

+ Penyusunan Buku Kebijakan Air Nasional dalam Rangka Program IHP-UNESCO.

+ Studi Kelayakan Pendirian Asia Pasific Centre for Ecohidrology.

Salah satu penelitian semacam Kajian Ekohidrologi DAS Cimanuk. Seperti diketahui, DAS Cimanuk mempunyai luas 3.752 km2 membentang dari Kabupaten Garut hingga Kabupaten Indramayu. Sebagai sumber air terutama irigasi Sungai Cimanuk mampu mengairi sawah seluas 118.000 ha pada musim hujan dan 50.000 ha pada musim kemarau. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kondisi sosial ekonomi telah mendorong pe-ningkatkan produksi pertanian, yaitu dengan cara mengintensifkan sistem usaha tani dan perluasan areal daerah pertanian. Bahkan sampai pada daerah-daerah yang tidak layak untuk budi daya pertanian.

Hal tersebut menyebabkan penurunan debit minimum sebesar 52,5% dari keadaan normal 40 m3/dt di stasiun Rentang. Sedimentasi yang terjadi cukup mengkhawatirkan yaitu setiap tahunnya sungai Cimanuk membuang hasil sedimen sebesar 8 juta ton ke laut Jawa, itu berarti tingkat sedimentasi di DAS Cimanuk 20 ton/ha/tahun.

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi erosi, hasil sedimen, dan mengkaji penurunan debit minimum yang terjadi disungai Cimanuk.

Pendekatan bidang ekohidrologi sebagai pendekatan interdisipliner dalam memahami ekosistem perairan dikenal sebagai sarana manajemen yang adaptif karena didasarkan pada pengintegrasian dinamika perairan dan dinamika biota dalam suatu kerangka kerja pada suatu daerah tangkapan. Indonesia ditunjuk sebagai Pusat Ekohidrologi Regional Asia Pasific, hal itu diharapkan dapat memacu perkembangan konsep ekohidrologi sebagai pendekatan dalam penyelesaian masalah-masalah lingkungan. Dalam rangka pendirian pusat tersebut dilakukan persiapan berupa prasarana dalam bentuk penetapan waduk Saguling sebagai studi kasus permasalahan ekohidrologis yang terjadi di daerah tropis.(Sumber: ://www.limnologi.lipi.go.id)***

Sumber: Pikiran Rakyat
April 23, 2009
 
Copyright@2011 agromaret.com